Showing posts with label question mark. Show all posts
Showing posts with label question mark. Show all posts

June 4, 2012

Back in Time


Ini tentang jalan cerita sebuah cerita sendu
Singgah kenangan sedingin hujan yang berdebar di bawah jendela
Menyambar ke relung hati
Dalam kerinduan yang menjadi lebih berat dengan berjalannya waktu
Menyusuri jalan basah dan hujan
Dan melihat kembali kenangan kita
Hujan mengaburkan ingatan saya dari Anda
Mencerai-beraikan waktu Anda bersama saya, kenangan anda dengan saya
Dapatkah saya melakukan perjalanan  kembali waktu?
Hanya untuk sekali, bahkan jika itu yang terakhir
Mungkin aku akan lebih baik

May 26, 2012

Langkah

Suara kaki menghentak keras seperti mengagetkanku
Dari balik jendela itu, di persimpangan jalan
Anehnya jalanan itu sepi
Pergi kemana ya mereka?
Terlalu cepat melangkah atau aku yang terlalu lambat?

Setelah Ini Apa?

Hari ini aku dikejutkan dengan sesuatu yang tidak bisa ku tolak kedatangannya, rasanya Tuhan seperti tidak kehabisan kejutan untuk memberiku ‘hadiah’. Hadiah  kecil yang kuterima hari ini adalah  SKS anda kurang dari 120, Gagal daftar ppl semester dengan tanda merah yang terus berkedap-kedip di layar monitor.

Today, I was wondering..

Setelah ini Apa?

Tuhan marah ga ya kalo aku terlalu cengeng?

..

..

Aku masih belum tahu

May 2, 2012

Bunga Mawar Ada Tanpa Kenapa

Baiklah, ku akui aku memang tidak bisa membohongi perasaan sendiri. Tapi apa boleh buat aku seperti dipaksa melawan arus untuk tetap setia menyimpan dan menjaganya agar tetap rapih. Sampai kapan? Mungkin sampai benar-benar hilang menguap bersama hembusan angin atau sampai takdir baik berpihak padaku. Because life must go on..begitu kata banyak orang, apapun yang terjadi kita harus terus move on and you can do it. Ya, aku setuju dengan itu. Tapi masalahnya adalah kita masih diberi ruang dan waktu untuk bertemu dan itu yang membuatku sulit. Oh Good, what I can do?

Aku sudah mencoba sekuat hati mengendalikan hati dan pikiranku. Berbagai pelarian dan pelupaan pun sudah kulakukan, tapi tetap belum berhasil juga. Seorang dosen dalam mata kuliah KSHP yaitu pelajaran tentang menganalisa, beliau pernah berkata, “pertemuan itu adalah obat”. Obat itu seharusnya bisa menyembuhkan. Tapi itu tidak berlaku buatku, sebab jika sesuatu yang tidak bisa dimiliki maka pertemuan itu justru menjadi terasa menyakitkan. Sometimes I wish I was a little girl again because bruised knees heal faster than broken hearts. 

Ternyata obat itu tidak selamanya menyembuhkan. Dan seperti yang dikatakan Dominique Lapierre,” apa yang tidak bisa disembuhkan harus ditahankan”. Aku rasa aku hanya belum menemukan obat yang tepat. Mungkin sebenarnya hanya Dialah (Tuhan) obatnya. Mungkin hanya Dia yang selama ini kita (manusia) cari tanpa henti, mungkin hanya Dia satu-satunya yang bisa menyembuhkan, mungkin hanya Dia yang dapat mengembalikan segalanya. Antara 'ya' dan 'tidak' ada 'mungkin' di antaranya. Dan terkadang yang paling pasti dari semuanya hanyalah 'mungkin'. Namun kadang manusia sendiri yang tidak ingin meminumnya dan berpaling pada obat lain yang belum pasti adanya. Atau kita lupa bagaimana cara meminumnya?

Hmm setelah dipikir-pikir agak 'lucu' juga..ini seperti kisah klasik SMA tempo dulu yang kembali terulang and no happy ending. Someone said, “True love stories should never have a happy ending, because true love stories never end”. Apakah ini bisa dibilang sejati? Aku tidak tahu. Hanya saja kata group band letto dalam sebuah lagunya, “Yang sejati tak akan berdalih”. Mungkin ini hanya sebuah perjalanan cinta yang menggelitik  dan bisa dibilang sedikit naif. Sebab aku tidak tahu pasti apakah orang di ujung sebrang sana memiliki perasaan yang sama? Dan dalam  benak muncul pertanyaan why? Kenapa? Kenapa dia? Kenapa harus kamu? Kenapa bukan A? kalau pun misalnya itu terjadi  pada si A, maka orang bisa bertanya pula, kenapa A? Kenapa bukan B? Why nut? Kenapa kacang? Kenapa bukan anggur? Kenapa harus ada? Dan pertanyaan ‘kenapa’ takkan pernah punya tepi. Sementara waktu adalah kepastian untuk mati. Ada seorang penyair dari Jerman yang mengatakan bunga mawar ada tanpa kenapa. Kenapa harus kenapa, kenapa harus untuk apa. Kita tidak tahu untuk apa itu. Tidak semua hal bisa ditanya untuk apa.

Okelah, kalo misalkan kita anggap saja ini hanya suatu kebetulan, berarti hidup ini hanya berisi suatu kebetulan-kebetulan saja? Kebetulan kita dipertemukan di kampus yang sama, kebetulan kita berpapasan di jalan, kebetulan kita punya hobby yang sama, kebetulan kita pernah dalam satu organisasi yang sama dan masih banyak lagi kebetulan-kebetulan lainnya. Dan ini berarti bertolak belakang dengan apa yang disebut konsep takdir. Atau mungkin perasaan ini juga hanya kebetulan belaka??

Aku pun berfikir apakah ini harus disesali atau disyukuri? Dan akupun lebih memilih yang kedua, bahwa segala sesuatu yang hadir dalam hidup kita adalah tamu yang dikirim Tuhan untuk menghidangkan pelajaran berharga dan itu layak disyukuri. Apapun bentuk dan rupa tamu itu pastilah terselip pelajaran besar di sana. Bahwa kita perlu meyakini dalam lika liku perjalanan hidup manusia tidak ada penderitaan yang abadi, selalu ada cahaya di ujung terowongan yang gelap sekalipun. Kita hanya perlu melanjutkan perjalanan untuk keluar dari gelapnya terowongan dan menemukan cahaya kembali.

Mengakhiri perjalanan singkat tulisan ini, aku akan meminjam kalimat Paul Theroux, "Perjalanan itu bersifat pribadi. Kalaupun aku berjalan bersamamu, perjalananmu bukanlah perjalananku". Batin hening di tengah hingar duniawi. Perjalanan adalah perhentian tiada henti. Perhentian adalah perjalanan itu sendiri. Private journey? Hmm seperti perjalanan jauh ke dalam diri tak bertepi? Di mana air mata jadi doa ketika sepi melampaui arti?


PS : To someone deep inside my heart, thanks for your inspiration.

(Mei 2012)

April 15, 2012

Menunggu Hujan

Dan di sini hujan ini menderas
Menderas dan menderas lagi
Seperti hujan ilusi tanpa mimpi esok hari
Dan lalu hujan pun turun lagi
Di sini
Sore ini
Mungkin sebenarnya, yang menunggu hanya ingin menjadi yang ditunggu
Sedangkan yang ditunggu, ingin tahu rasanya menunggu
Kita menunggu  hujan, atau hujan menunggu kita? Jadi saling menunggu?
Yang ditunggu tak merasa menunggu, yang menunggu tak merasa ditunggu.

(Maret 2012)


March 30, 2012

Jejak Sang Demonstran























*Bentrok antara mahasiswa dan petugas kepolisian saat aksi menentang kenaikan harga BBM di kawasan Gambir, Jakarta (27/03) foto: merdeka.com/Arie Basuki



Dear, Mr. President RI
Di tengah gerimis berdarah sore itu, adakah yang lebih penting dari kemanusiaan?
Dan sesungguhnya siapakah yang berkorban dan siapakah yang dikorbankan?


March 20, 2012

Pasang - Surut Gelombang


Manusia tak pernah meninggalkan rasa cinta dan benci selama hidupnya
Gelombang perasaan datang dan pergi, bersama seiring dengan waktu
Dunia ini selalu penuh dengan bunyi gelombang
Ikan-ikan kecil menyerahkan diri mereka kepada gelombang, menari, menyanyi, dan bermain
Tapi siapa yang bisa mengenal hati laut tiga puluh meter di bawahnya?
Siapa yang kenal akan kedalamannya?
Gelombang rasa kagum dan hormat pun melanda
Beberapa orang sukar menelan ludah, dan tak hendak mempercayai apa yang mereka lihat
Otak mereka jadi kosong
Dalam sesaat, pulau itu senyap dan diam, seperti sebelumnya
Hanya gemeresik pohon pinus dan rumput yang berayun-ayun mengejek kerapuhan dan kefanaan umat manusia

March 10, 2012

Hujan Maret


Hujan tidak menguraikan, tak pula menyimpulkan
Sesungguhnya ia berderai tanpa tendensi apa-apa
Hujan turun meluruhkan semuanya
Ia membersihkan; menyejukkan tanpa memilih 'siapa'
Jika hujan tercium seperti aroma tanah basah
Pelangi tercium seperti bunga-bunga yang baru tumbuh
Kita tidak selalu berhasil melihat ujung pelangi di batas kisah
Hujan dan pelangi itu satu paket
Keduanya indah keduanya puisi
Sebuah pelangi menjuntai entah dari mana sampai ke mana
Warnanya lembut namun jelas
Langit yang semu tak menyamarakannya
Tak semuanya harus tersimpul, tak semuanya harus terurai

*Inspirasi nggak datang sembarangan seperti nyamuk. Inspirasi datang pada moment-moment tertentu, moment-moment yang menurut aku romantis seperti hujan, ini kata intan di Iris.

February 18, 2012

Aku Ingin Tahu

Aku ingin tahu apa yang ada di balik pelangi

Aku ingin tahu apa yang ada di atas langit

Aku ingin tahu apa yang ada di bawah bumi

Aku ingin tahu apa yang tersembunyi di hati manusia

Dan aku ingin tahu segalanya

Segalanya yang tak mungkin ku tahu

Segalanya yang mungkin membuatku menjadi tahu

Aku ingin tahu sebab jiwa ini haus akan segala tentangmu

Aku ingin tahu meski terseok menggapaimu

Aku ingin tahu

Bukan sekedar ingin tahu ke Maha Tahuan Mu