Showing posts with label Thoughts. Show all posts
Showing posts with label Thoughts. Show all posts

May 23, 2012

Falling in Write

 “Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. Kan begitu Tuan Jenderal?" -Pramoedya AT

Menurut saya, membaca manusia itu lebih mudah dengan membaca karya tulisannya daripada mendengarkan dia bicara. Apakah tulisan itu misalnya memenuhi standar penulisan atau bahkan jurnalistik yang baik atau tidak, tak ada yang ambil pusing.

Menulis. Entah apa jadinya saya tanpa menulis. Mungkin saya adalah orang paling mati rasa di dunia. Tulisan saya sebenarnya tidak bagus-bagus amat, tapi bodo amat, siapa peduli? Jika saya hanya terus memikirkan perkara bagus-tidak bagus, benar-tidak benar menurut pandangan orang yang mungkin  belum tentu juga benar kapan saya akan mulai menulis? Menulis adalah salah satu alat bertahan hidup saya yang utama, setelahnya mungkin saya akan sisipkan 'membaca' Al-Qur'an (smg ga ada yg bilng sok religi, tp klo pun ada biarkan sajalah), membaca buku, menonton film dan tertawa. Alat-alat yang membuat kepala saya tetap waras dan selalu merasa punya teman bercerita.

Blog ini, entah kenapa saya tidak harus merasa perlu untuk selalu mempublishnya di jejaring sosial. Mungkin karena deep down inside, saya tahu kebanyakan isinya adalah sampah hahaha dan gengsi saya memang sepertinya cukup besar. Blog ini banyak menyimpan bagian lain dari saya, dengan kata lain, the part of me yang tidak perlu semua orang tahu. Dibalik tawa, tidak selalu tersimpan cerita bahagia. Tentang patah hati, atau ketika sedang gundah gulana atau marah? Saya tuliskan semua disini. Rasanya selalu menyenangkan setelah menulis.

Setelah dipikir-pikir beruntung sekali orang yang setiap harinya dapat menulis satu paragraph saja di blognya. Karena saat dia meninggal nanti tulisannya akan terus bercerita, ia tetap abadi. Dan saya pun jadi terinspirasi untuk kembali memposting sesuatu di blog saya. 

May 21, 2012

Yang Penting Halal



Dari sekian banyak produk budaya made in Indonesia ada satu yang paling rancu menurut saya, yakni ; acara pernikahan.

Pernikahan dalam arti sebenarnya yang hanya bermodal penghulu, saksi dan wali + mahar (menurut Islam), harus dibungkus puluhan juta hingga ratusan juta rupiah karena yang tak wajib menjadi lebih mahal daripada yang wajib. Pesta meriah, makanan mewah hingga pelaminan megah adalah salah satu atribut pernikahan-pernikahan di Indonesia. Dalam agama Kristen setahu saya pun hanya cukup bermodal pastor/pendeta lalu petugas dari catatan sipil.

Pernikahan yang nilainya sangat sakral karena ada dua orang yang begitu berani mengucap janji sampai mati, menjadi ajang silahturahmi dan basa-basi. Ini tidak masalah untuk orang-orang yang punya uang berlebih dan memang ikhlas berniat mencari pahala tanpa mengharap angpaw dengan memberi makan gratis ratusan hingga ribuan orang. Tapi tentunya ini bisa membuat orang-orang yang tidak punya uang lebih tidak bisa tidur dan bekerja lebih giat sampai badan rontok demi mencari modal untuk biaya pernikahan.

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu teman lama semasa SMA. Ngobrol kesana-kesitu-kemari akhirnya sampai juga pada pembicaraan, "Lo kapan nikah sama si X?". FYI teman saya ini sudah hampir 6 tahun berpacaran dan sampai kini masih awet rajet. Jawaban dari teman saya ini cukup membuat saya tertegun.

"Yah rencana sih udah ada dari dua tahun lalu, tapi uangnya belum ada"

"Uang buat apa maksudnya?",

"Buat pestanya.."

Saya pikir uang belum cukup itu untuk modal, misal ; beli/ngontrak rumah, biaya rumah tangga dll. Alangkah kasihannya, niat yang begitu berani dan mulia harus tertahan gara-gara 'uang belum cukup'. Entah siapa pula yang menstandardisasi pernikahan di Indonesia harus disertai resepsi yang menguras habis tabungan calon pengantin atau kocek orang tua mereka.

Sikap seperti ini tertanam dalam benak banyak orang dan akhirnya berubah dari budaya menjadi aturan baku tak tertulis. Orang-orang yang merasa kecil hati ketika mereka tidak diundang dalam acara pernikahan, padahal mungkin saja yang punya acara kelupaan atau memang tidak mengundang karena keterbatasan dana. Saya rasa wajar saja. Tidak semua orang punya uang berlebih. Saya sendiri jujur saja tidak merasa keberatan kalau tidak diundang. Selain karena saya malas memakai sepatu hak tinggi, saya tidak terlalu suka makan sambil berdiri, belum ditambah macet keluar rumah di hari sabtu/minggu :p

Bisa jadi hal ini juga terjadi karena pengaruh cerita/novel/film barat yang mengkonstruksikan pernikahan layaknya putri dan pangeran dalam dongeng. Akibatnya gadis-gadis remaja pun banyak yang memimpikan dan merancang pernikahan seakan dia adalah Kate Middleton dan Pangeran William. Padahal sesungguhnya, di Barat pun banyak orang yang sangat selektif mengundang calon undangan pernikahan mereka. Dengan alasan, mereka menganggap pernikahan adalah hal yang sangat pribadi dan mereka tidak mau acara pernikahan mereka menjadi ajang basa-basi. Cukup hanya keluarga dan teman terdekat saja karena mereka ingin merasa senyaman mungkin di hari bahagia mereka.

Saya rasa kita seharusnya mewajarkan saja apabila ada orang yang menikah dan tidak mengadakan pesta. Cukup mengirim kue/makanan disertai pemberitahuan bahwa si X dan si Y telah menikah pada hari XYZ. Selain tidak perlu keluar rumah, kita pun senang karena dikirimi makanan. :p dan kalo mau menyinggung 'produk budaya' lainnya, yakni ; membeli doa, bukankah si penerima kue juga akan lebih senang mendoakan si pengantin tanpa harus bermacet-macet ria? Haha..

Maka itu saya seringkali berpikir apa tujuan sebenarnya resepsi mewah dan meriah ? Untuk ajang silahturahmi atau untuk menaikkan gengsi? Akan menjadi sangat sulit kalau ternyata jawabannya hanya gengsi. Karena yang saya tahu, gengsi adalah hal termahal dan paling merepotkan di dunia ini. Hehe..

Bukan saya tidak setuju dengan resepsi besar-besaran, hanya saja untuk orang-orang yang tidak memiliki dana berlebih tak perlu juga memaksakan resepsi megah apalagi sampai harus berhutang kesana-kesitu-kemari. Kecuali anda menikahi Raja Minyak Dunia, haha. Seperti pak Ustad bilang, "Tak perlu resepsi, yang penting SAH".

Yaa apa mau dikata, kadang budaya memang lebih kuat daripada agama ya? :)

Kalo bagi saya sendiri masalahnya bukan pestanya.. Tapi sapa calonnya? Jadi, hmmm kira-kira kapan ya? Haha.. Masih belum terjawab. Baiklah. Kembali ke.. laptop.

May 2, 2012

Bunga Mawar Ada Tanpa Kenapa

Baiklah, ku akui aku memang tidak bisa membohongi perasaan sendiri. Tapi apa boleh buat aku seperti dipaksa melawan arus untuk tetap setia menyimpan dan menjaganya agar tetap rapih. Sampai kapan? Mungkin sampai benar-benar hilang menguap bersama hembusan angin atau sampai takdir baik berpihak padaku. Because life must go on..begitu kata banyak orang, apapun yang terjadi kita harus terus move on and you can do it. Ya, aku setuju dengan itu. Tapi masalahnya adalah kita masih diberi ruang dan waktu untuk bertemu dan itu yang membuatku sulit. Oh Good, what I can do?

Aku sudah mencoba sekuat hati mengendalikan hati dan pikiranku. Berbagai pelarian dan pelupaan pun sudah kulakukan, tapi tetap belum berhasil juga. Seorang dosen dalam mata kuliah KSHP yaitu pelajaran tentang menganalisa, beliau pernah berkata, “pertemuan itu adalah obat”. Obat itu seharusnya bisa menyembuhkan. Tapi itu tidak berlaku buatku, sebab jika sesuatu yang tidak bisa dimiliki maka pertemuan itu justru menjadi terasa menyakitkan. Sometimes I wish I was a little girl again because bruised knees heal faster than broken hearts. 

Ternyata obat itu tidak selamanya menyembuhkan. Dan seperti yang dikatakan Dominique Lapierre,” apa yang tidak bisa disembuhkan harus ditahankan”. Aku rasa aku hanya belum menemukan obat yang tepat. Mungkin sebenarnya hanya Dialah (Tuhan) obatnya. Mungkin hanya Dia yang selama ini kita (manusia) cari tanpa henti, mungkin hanya Dia satu-satunya yang bisa menyembuhkan, mungkin hanya Dia yang dapat mengembalikan segalanya. Antara 'ya' dan 'tidak' ada 'mungkin' di antaranya. Dan terkadang yang paling pasti dari semuanya hanyalah 'mungkin'. Namun kadang manusia sendiri yang tidak ingin meminumnya dan berpaling pada obat lain yang belum pasti adanya. Atau kita lupa bagaimana cara meminumnya?

Hmm setelah dipikir-pikir agak 'lucu' juga..ini seperti kisah klasik SMA tempo dulu yang kembali terulang and no happy ending. Someone said, “True love stories should never have a happy ending, because true love stories never end”. Apakah ini bisa dibilang sejati? Aku tidak tahu. Hanya saja kata group band letto dalam sebuah lagunya, “Yang sejati tak akan berdalih”. Mungkin ini hanya sebuah perjalanan cinta yang menggelitik  dan bisa dibilang sedikit naif. Sebab aku tidak tahu pasti apakah orang di ujung sebrang sana memiliki perasaan yang sama? Dan dalam  benak muncul pertanyaan why? Kenapa? Kenapa dia? Kenapa harus kamu? Kenapa bukan A? kalau pun misalnya itu terjadi  pada si A, maka orang bisa bertanya pula, kenapa A? Kenapa bukan B? Why nut? Kenapa kacang? Kenapa bukan anggur? Kenapa harus ada? Dan pertanyaan ‘kenapa’ takkan pernah punya tepi. Sementara waktu adalah kepastian untuk mati. Ada seorang penyair dari Jerman yang mengatakan bunga mawar ada tanpa kenapa. Kenapa harus kenapa, kenapa harus untuk apa. Kita tidak tahu untuk apa itu. Tidak semua hal bisa ditanya untuk apa.

Okelah, kalo misalkan kita anggap saja ini hanya suatu kebetulan, berarti hidup ini hanya berisi suatu kebetulan-kebetulan saja? Kebetulan kita dipertemukan di kampus yang sama, kebetulan kita berpapasan di jalan, kebetulan kita punya hobby yang sama, kebetulan kita pernah dalam satu organisasi yang sama dan masih banyak lagi kebetulan-kebetulan lainnya. Dan ini berarti bertolak belakang dengan apa yang disebut konsep takdir. Atau mungkin perasaan ini juga hanya kebetulan belaka??

Aku pun berfikir apakah ini harus disesali atau disyukuri? Dan akupun lebih memilih yang kedua, bahwa segala sesuatu yang hadir dalam hidup kita adalah tamu yang dikirim Tuhan untuk menghidangkan pelajaran berharga dan itu layak disyukuri. Apapun bentuk dan rupa tamu itu pastilah terselip pelajaran besar di sana. Bahwa kita perlu meyakini dalam lika liku perjalanan hidup manusia tidak ada penderitaan yang abadi, selalu ada cahaya di ujung terowongan yang gelap sekalipun. Kita hanya perlu melanjutkan perjalanan untuk keluar dari gelapnya terowongan dan menemukan cahaya kembali.

Mengakhiri perjalanan singkat tulisan ini, aku akan meminjam kalimat Paul Theroux, "Perjalanan itu bersifat pribadi. Kalaupun aku berjalan bersamamu, perjalananmu bukanlah perjalananku". Batin hening di tengah hingar duniawi. Perjalanan adalah perhentian tiada henti. Perhentian adalah perjalanan itu sendiri. Private journey? Hmm seperti perjalanan jauh ke dalam diri tak bertepi? Di mana air mata jadi doa ketika sepi melampaui arti?


PS : To someone deep inside my heart, thanks for your inspiration.

(Mei 2012)

April 15, 2012

Ocehan bersama Note


Hai note lama tak berbincang denganmu, saat aku mulai menuliskan baris kata-kata ini bersamaan dengan turunnya hujan yang membasahi jalan. Hujan sepanjang pagi ini membuatku dingin namun itu tak membuatku menjadi malas dan menarik selimut dalam-dalam. Ya, walau tak bisa kupungkiri cuaca adakalanya memang bisa jadi pengaruh. Tapi tidak untuk musim ini, walau ingin sekali ada yang dapat membawaku pergi berlibur..hmm, tapi kurasa belum saatnya. Karena rasanya pasti kurang nyaman pergi berlibur dengan meninggalkan setumpuk tugas kuliah. Kamu pasti setujukan?

Oke note, pasti kamu bertanya-tanya atau sedang berpikir apa yang kali ini akan aku ocehkan? Itu pun kalo kamu bisa berpikir? Sebenarnya aku hanya sedang bingung, bingung tentang suatu hal. Kamu tau tidak bingung itu apa? Bingung itu saat kita sedang mencari alamat yang ingin dituju, sudah bertanya-tanya pada banyak orang tetap saja tak bisa menemukan alamat yang dimaksud. Mungkin karena penunjuk jalan di negeri ini tidak jelas.

Di indonesia, mungkin rambu penunjuk jalan itu tak terlalu dianggap penting. Lagi pula tata kotanya kebanyakan tidak jelas.  Tidak heran kalo mungkin ada ratusan atau bahkan ribuan orang setiap harinya yang bingung, nanya-nanya arah jalan di jakarta. Wah menarik note, klo ada data, info survei soal kota itu, di indonesia dan dunia. Kota – kota  mana saja yang jalan - jalannya tidak membuat bingung, petunjuk – petunjuk jalannya jelas, lengkap,  bersahabat dengan pendatang? Kira – kira pernah ada survei semacam itu tidak ya?

Maaf note kenapa jadi ngalor ngidul soal kebingungan petunjuk jalan di ibu kota!! Simpelnya mungkin karena alamatnya palsu :D. Bisa jadi begitu note, di jaman yang penuh kepalsuan ini bukan cuma alamat palsu Ayu Tingting yang penyanyi terkenal itu saja note, tapi juga ada janji palsu para pejabat dan petinggi kesohor negeri ini yang buat banyak orang jadi semakin bingung. Mungkin mereka (petinggi) itu juga punya kebingungannya sendiri, bingung bagaimana memenuhi janji-janji yang sudah terlanjur  terucap saat kampanye. Ah, tapi aku sedang tidak ingin membahasnya. Bisa panjang lagi daftar janji yang akan diurai.
Baiklah ini soal kebingunganku note, apa kau masih setia mendengarku? “Tentu pastinya”,

Tiba-tiba saja segalanya menjadi rumit buatku note mungkin juga buatnya, jika benar demikian maka aku merasa menjadi orang yang sangat jahat karena telah membuat beban dan ketidaknyamanan bagi hidup seseorang. Berminggu-minggu kita menjadi sepasang manusia yang begitu asing. Padahal kita telah melewatkan kehidupan di musim yang sama, walau tumbuh di dua pohon yang sama sekali berbeda. Seolah kita telah menjelma bagai dua prajurit yang telah menanam ranjau di medan perang dan sama-sama berhati-hati agar tidak menginjaknya. Kau mengerti maksudku note? “Ya, teruskanlah”,

Ya, jika boleh jujur note aku merasa sangat kehilangan, kehilangan seorang teman yang menurutku sejiwa. Pada awalnya ku pikir aku adalah orang yang beruntung karena bisa menemukan teman yang dapat saling mengisi, bertukar pikiran dan tentunya tempatku bertanya mengenai banyak hal yang tidak kumengerti. Tapi itu hanya berlangsung singkat note, entah apa penyebab pastinya aku pun belum bisa mengerti hanya saja kini aku merasa dia telah menghilang bahkan sebelum semuanya dimulai. Sebenarnya masih ada banyak hal yang ingin kuceritakan, kubagi, dan kutanyakan padanya. Namun dia mengatakan lampu telah mati dan ceritapun telah di tutup.

Aku pun merasa bahwa kehidupan ini memang soal memperoleh dan kehilangan. Setiap perolehan adalah satu kehilangan yang lain dan apa yang diperoleh tak pernah mampu membayar rasa kehilangan. Dan dalam hidup kita harus prepare untuk itu, meskipun waktu tak pernah cukup untuk mencerna semuanya. Dan pertanyaan yang membuatku berada dalam kebingungan ini adalah Tuhan ciptakan satu bumi. Tapi manusia ciptakan banyak dunia..berbeda-beda. Bisakah kita ada di dunia yang sama?

Ohy note, kau tahu setiap kehilangan itu juga menyisakan rasa sakit. Tapi aku akan meminjam perkataan John Lenon, “mari kita ukur rasa sakit itu menggunakan Tuhan”. Tepat sekali apa yang dikatakan John, menghalau kebingungan dan rasa sakit dengan jalan berpegangan pada tali Tuhan. Tapi maksudku disini Tuhan bukan hanya sebagai pelarian, walau kadang manusia menggunakanNya hanya sebagai pelarian semata. Namun setidaknya menurutku itu adalah pelarian yang tepat. Pelarian, Penghiburan Diri, dan Pelupaan. Ketiganya memang tidak menyelesaikan masalah. Tapi kita setia menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari, dengan suka, luka, atau kecewa.

(Maret-April 2012)


April 12, 2012

Comforting Souds


Aku tidak merasa baik-baik saja meskipun suara – suara menghibur yang kau buat
Aku tidak merasa baik-baik saja karena kau membuat janji untuk pergi
Sulit untuk memahami, merasa seolah-olah aku merasakanmu melalui lensa
Dan mungkin kau pun tahu itu, tapi entahlah..
Begitu banyak isyarat di dunia ini, namun tak semua orang bisa menangkap
Atau mungkin kau benar, aku memang bukan petanda yang harus dimengerti dan dicari jawabannya

Jujur aku pun berusaha untuk menghindarinya
Jujur
Kembali ketika kita masih kecil, kita akan tahu kapan kita harus berhenti
Dan sekarang jika orang lain datang
Aku hanya duduk mendengarkan, tanpa bisa merasakan
Tumpul dan kelelahan seperti  terjadi perang hebat yang tak kunjung sanggup ku damaikan

Kau tahu dalam peperangan, senja yang merangkak ke arah malam adalah ketabahan demi ketabahan
Sebuah ketabahan yang keras untuk bertahan pada realita
Tentang perjuangan yang menyimpan banyak kisah pedih hari demi hari
Tapi sebuah senja juga menyelipkan rahasia; tentang bahagia yang sementara tertunda

April 1, 2012

Ada Yang Lebih Dari


Ada yang lebih malam dari gelap. Terang namanya.
Ada yang lebih jernih dari mata air. Air mata namanya.
Ada yang lebih tenang dari danau. Sentuhan namanya.
Ada yang lebih ringan dari kapas. Pikiran namanya.
Ada yang lebih berat dari hari. Pikiran namanya.
Ada yang lebih leluasa dari pagi. Malam namanya.
Ada yang lebih tenggelam dari malam. Angan namanya.
Ada yang lebih dingin dari salju. Rindu namanya
Ada yang lebih jauh dari mata. Perasaan namanya
Ada yang lebih dekat dari hati. Perasaan namanya
Ada yang lebih tinggi dari langit. Impian namanya
Ada yang lebih mewah dari waktu. Tidur selamanya.

February 23, 2012

Sekilas

Sekilas..

Di ujung dermaga seseorang pernah berada di sana,

Kemudian tiba - tiba lenyap dan terus menerus lenyap

Angin berhembus membawa kabar bersama pasir yang tersapu ombak

Mengetuk setiap pintu yang tak bersuara: ruang yang tak punya gema


Sekilas..

Dia yang begitu rahasia mungkin akhirnya mengenalku

Tapi tak akan sepenuhnya menjiwaiku

Seluruh permukaanku menyambutnya

Yang di dalam diriku melepaskan diri

Hingga tiba saat jantungku berhenti berdegup


Bertanya pada riuh angin, kanan dan kiriku

Mengapakah diri dijadikan sasaran, sekilas pandangan berbagai andaian

Sungguh sekilas..

Biarlah orang berbuat apa yang diinginkannya,

Lalu mereka mati, semua, satu-satu tanpa pernah membaca dan mengenal dengan bijak

Biarkanlah diri dijadikan sasaran, sekilas pandangan berbagai andaian

Sungguh sekilas..

January 27, 2012

Tentang Hujan Malam Ini


Tak tau ingin menuliskan apa.. Rasanya hampir semua tema kehidupan ini seolah semua pernah tertuliskan, ah tidak lebih tapatnya terasakan. Sekarang ini hanya ada malam yang belum lagi purna diiringi gemericik hujan yang menambah malam semakin panjang untuk dilalui dalam cengkeraman hawa dingin. Sepanjang hari hujan menetesi bumi, membasahi jalan, hingga awan tak berkesempatan menampakkan diri. Saat malam tiba bulan dan bintang pun entah dimana, sosoknya tak terlihat lagi saat langit mulai mengguyurkan hujan. Inginku berbincang pada hujan, hai hujan saat kemarau hadirmu begitu dinantikan, layaknya kekasih yang tak sabar menanti pujaan hatinya. Layaknya petani yang mengharapkan dirimu meyemai padi-padi mereka. Layaknya seorang hamba yang merindukan belaian Tuhan setelah sekian lama tak menghadirkan Tuhan dalam jiwanya. Hadirmu sangat dirindukan dan dinantikan oleh seluruh makhluk di bumi ini, teman-temanku pun sangat menyukaimu. Karena kami tahu kau tercipta sebagai rahmat.. Bukan begitu?? Ya, ku harap kau selalu dapat menjadi rahmat dan berkah bagi kami yang kadang angkuh terhadap alam ini.


Namun sesekali aku juga pernah memperhatikanmu, mungkin tanpa kau sadari.. Bukan bermaksud ingin mempertanyakan kehadiranmu, tapi masih teringat dibenakku bahwa kau juga pernah hadir dalam bentuk yang lain. Pernah suatu ketika kudapati kau hadir seperti badai dalam segelas kopi, dan saat itu kehadiranmu begitu mangerikan dan menyakitkan bagiku.. kau mengirimkan banjir yang siap menerjang dan menerjang apa pun yang ada hingga makhluk di bumi sulit bernafas lagi. Sungai - sungai meluap, pohon-pohon tumbang, binatang ternak tak pernah kembali lagi ke kandangnya, dan petani di rundung duka mendalam karena padi mereka hancur bersama air yang meluap deras. Dan saat itu tak seorang pun berani bertanya, untuk apa Tuhan mengirimmu??


Tentulah sebuah isyarat, sebagai pelajaran agar manusia dapat bersahabat dengan alam, tidak melukai alam ini dengan sesuatu yang mencemarkan, merawat dan menjaganya sebagaimana Tuhan telah bermurah hati menciptakan alam ini untuk kehidupan manusia. Melukai alam berarti juga melukai Tuhan sebagai pencipta alam ini, bisa jadi demikianlah isyarat Tuhan. Dan setelah itu, aku ingin meyampaikan pada hujan bahwa aku akan setia menjadi sahabatmu, jadi aku mohon dan berharap padamu kirimkanlah selalu padaku rintik hujan yang menyejukkan hatiku, menajamkan pendengaranku agar aku mengerti pesan yang Tuhan sampaikan melalui irama tetes airmu, dan mengindahkan pandanganku dari tetes air yang menyirami sawah-sawah para petani. Hujan seperti itulah yang kudambakan, hujan yang dapat memberi getar di ruang hatiku tentang arti penciptaanNya. Mau kah kau berjanji padaku hujan?? “Itu tergantung bagaimana dirimu memperlakukanku dan alam ini“, jawab hujan.


PS: “..dan apakah bumi yang kita tinggali ini akan menjadi lebih baik atau lebih buruk, tergantung pada apakah kita menjadi lebih baik atau lebih buruk dalam hal memperlakukan bumi yang kita diami ini.” # Save our earth dari segala kemungkinan yang terjadi.


(Ita Sriwahyuni, Januari 2012)

January 24, 2012

Sepiku

Sepi itu indah...seperti mawar setangkai

Sepi itu harum...wanginya sampai ke dasar jiwa yang terdalam

Sepi itu rindu... yang mampu memberi getar pada puisi

Dalam ruang yang sepi malam mulai bekerja

Dan biarkan malam yang pekat ini meyeret jiwa dalam munajat syahdu

Melepaskan balut fatamorgana

Sirnakan debu-debu yang menempel

Hapuskan gundah, luka dan lubang di hati

Untuk kesekian kalinya hati bertanya

Kapan saat itu kan tiba

Sang waktu tak punya jawaban pasti

Seperti halnya mati yang tak pasti

Sementara waktu adalah kepastian untuk mati

Hanya ada kebisuan dan angin menyelimuti jiwa yang sepi

January 23, 2012

DenganMu

DenganMu aku hidup

DenganMu aku mati

DenganMu aku tenang

January 21, 2012

Keep Try, Begin Again

Mencoba barangkali sebuah usaha yang tidak akan pernah berhenti dilakukan sampai manusia mencapai sebuah titik yang ia ingin tuju. Setelah mencapai satu tujuan maka dengan sendirinya manusia beralih pada tujuan-tujuan berikutnya yang tak pernah berhenti. Kecuali manusia itu sudah kehilangan tujuan dan tidak memiliki tujuan lagi dalam hidupnya atau terhenti karena dicabutnya roh dari jasad. Sebagaimana yang telah dilakukan Edison yang ingin menyalakan dunia dengan sinar lampu listriknya. Seberapa pun banyak ia mengalami kegagalan ia tak pernah berhenti untuk terus mencoba dan mencoba lagi. Sampai pada 1000 kali percobaan ia terus mengalami kegagalan dan rekan Edison pun hampir berputus asa, namun apa yang dikatakan Edison sungguh menakjubkan, “Setidaknya kita telah berhasil mengetahui ada 1000 cara yang salah”. Edison kemudian melanjutkan percobaannya dan ia berhasil menerangi dunia dengan mencoba hingga yang ke- 1001.

Setelah Edison masih ada sederet tokoh lain di dunia yang juga tak pernah berhenti mencoba dalam meraih tujuannya. Salah satunya Charles Dickens adalah seorang penulis dan sejak kecil ia memang memiliki cita-cita untuk menjadi penulis novel yang terkenal. Sebelum menjadi penulis terkenal Charles mengalami banyak penolakan terkait tulisan-tulisannya yang ia kirimkan ke penerbit surat kabar. Bahkan tim redaksi sempat membuang tulisannya. Tetapi Charles tidak berhenti mencoba dan menyerah begitu saja. Ia terus memperbaiki tulisannya, memperbaiki tata bahasanya dan mengarang dengan lebih menarik lagi. Akan tetapi hasilnya tetap sama , tulisannya di tolak. Sampai ia mengirimkan tulisannya yang ke 90, 100. 110, 112, 113 …..tulisannnya terus mengalami kemajuan….pada saat tulisannya ke 115 Tim redaksi kewalahan dengan sikap tidak menyerah dan terus menerus menunjukkan kemauan yang besar. Mereka akhirnya menerbitkannya. Sejak itu banyak tulisan Charles yang diterbitkan dan akhirnya ia berhasil menjadi penulis novel, dan sastrawan yang terkenal melalui karyanya : Tale of Two Cities, Oliver Twist dan banyak yang lainnya.

***


Adakalanya hidup ini memang tentang mencoba, mencoba belajar, mencoba berjalan, mencoba berlari, mencoba diam, mencoba bicara, mencoba menangis, mencoba tertawa, mencoba salah, mencoba benar, mencoba memahami, mencoba mengerti, mencoba menerima, mencoba membangun, mencoba memulai dan mencoba bangkit  dalam setiap kepayahan melakoninya. Karena dalam realitasnya kegagalan bukan sesuatu yang mungkin terhindarkan, namun yang terpenting bukanlah seberapa banyak kita mengalami kegagalan tapi seberapa banyak kita mau mencoba dan bertahan dari kepayahan saat mulai mencobanya lagi.


Ironisnya yang kita temukan justru bukan sebuah kegagalan yang lahir dari mencoba, tapi sebuah “kegagalan” tanpa pernah mau dan berani mencoba "again and again" atau terpaksa menyerah karena rasa takut. Beranikah kita mulai mengulang kembali masa-masa kepayahan saat kita mencoba belajar berjalan, merasa sakit dan terluka saat jatuh ketika mencoba berlari ?? Saat kecil dulu kita memang belum mengerti rasanya “kecewa”, “gagal”, “sakit”, dan “terluka”, yang kita tahu hanya terus mencoba, maka kita pun tetap berani mencoba dan mencobanya lagi sampai kita mengerti arti keberhasilan menurut versi kita masing-masing. So, let's keep try, begin again with our life, our faith, our dreams, and our love.




*Posting soundtrack: Try-Nelly Furtado

December 8, 2011

Reflection in life

Jiwaku terdampar diantara dua dunia

Apakah ini nyata atau mimpi belaka

Sekejap tawa sekejap tangis

Menepi sejenak untuk meresapi

Bertanya diri ke dalam sanubari

Apakah ini nyata atau mimpi belaka

Kadang canda kadang duka                                            

Datang silih berganti mewarnai hari

Ini dunia memang fana

Tak ada yang kekal dan abadi

Hanya Dia tempat untuk bertanya

Hanya Dia tempat untuk mengadu

Hanya Dia tempat untuk kembali

Karena hanya Dia yang abadi

Sadar jiwaku membawa

Bersegeralah..

Ini dunia memang semu

entah  nyata atau mimpi

Akan tiba giliranmu

Bersegeralah wahai jiwa

Penuhi janji Ilahi..

Akan tiba masamu sebelum sesalmu

Reflection Thursday, 8 December'11 4:00 pm


November 26, 2011

Inspiration a cup of Cappuccino

A cup of Cappuccino at Middle cold and silent night

Perfect!!

Oke Note, sekarang apa yang akan kita bicarakan? Nobody else just two of us.


Tengah malam Note dan aku berjalan-jalan di labirin pikiran dan Cappuccino yang membuat hal ini jadi mewah untuk kita. Cappuccino ada dimanapun kami inginkan dan dapat memberi inspirasi disaat yang tepat.^^


 get inspiration with favorite drink



Aku rasa mereka mulai mengerutkan dahinya melihat tingkahku yang mulai 'out of rules'. aku memulai sebuah topic.


Berencana hengkang dari tempat aku bekerja yang belum 6 bulan kusinggahi itu artinya dari posisinya yang lumayan bagus untuk mahasiswa seperti aku, gajinya yang lumayan, lingkungan kerja yang sangat ramah dan memutuskan (benar-benar memutuskan) kontrak yang seharusnya terjalin satu tahun kedepan. Aku yakin ini bukanlah Resolusi 2012  Fantastic yang telah dipikirkan sewindu sebelumnya. Aku hanya merasa nekad, nakal. atau yang serupa artinya dengan itu. "Why ita?" maybe it's not my passion


Mungkin aku hanya ingin meraih mimpi yang lebih besar.
yahh berharap saja aku tidak kehabisan mimpi atau suntuk bermimpi.


ohhh silahkan mengerutkan dahi!!!



Maybe i have an answer, at least i tried. bertingkah sesuai hukum alam *semua akibat ada sebabnya atau sebab meninbulkan akibat. yahh what ever.


"aku cuma ingin mengikuti kata hati."  Not good reason enough?


oke aku coba lagi.


"aku cuma ingin melakukan hal-hal yang membuatku bahagia, sesuatu yang kukerjakan dengan hati."


Note: "terlalu banyak baca buku Motivator atau nonton film drama."


No Note, it's true


I'm 23!!!!.  dan aku akan melakukan sesuatu yang ga hanya hitungan 8 am sampai 5pm. atau 1,8 jt, 2 jt, 5 jt, dan silahkan tambahkan lagi nolnya sesuka hati. Kita tak akan tahu dimana umur kita akan berakhir kan?


Note mengajukan pertanyaan yang sangat spektakuler juga sulit. "WHAT?"


Jujur pertanyaan itu agak menohok.



*berpikir lebih keras



Oke, 23 adalah relatif. Perempuan di ujung sana berpikir itu angka yang seharusnya membuat kita melangkah dengan lebih serius untuk segala aspek. Contohnya Asmara dan karier.


Umur dimana perempuan seharusnya dapat menjalin hubungan yang lebih dari sekedar cari nick (ay, beyb, honey, sayang, atau nick yang jauh lebih aneh seperti mami mimi papi pipi), makan bareng nonton bareng nyanyi bareng masak bareng belanja bareng berantem ketawa bareng atau minum racun bareng (so classic), mungkin seharusnya sudah memikirkan bagaimana mengumpulkan uang untuk nyewa gedung dan bayar WO, bagaimana investasi bareng dan meninggal masing-masing hehe.


itu juga berarti perempuan memikirkan keadaannya yang terikat komitmen selamanya, pelayanan (bahasa lebih halus: pengabdian) selamanya, bahkan mematuhi tata tertib istri selamanya (ga boleh keluar rumah tanpa ijin, apalagi dengan teman cowo, ga bisa belanja sembarangan karna lebih baik uangnya buat beli minyak goreng dari pada tas Gucci atau High Heel Zara. Siap waktu rumpi di telpon diganggu dengan anak nangis atau tepatnya menjerit. Yaampun jam 5 harus menyiapkan makan malam buat suami) blablabla....

Okeeee aku akan melakukan itu semua. PASTI! I know i'm 23 but i not already for that's chaos now.!!!!!

Semua hal itu indah kok, karna aku akan melakukan itu semua dengan cinta. yeahhh for sure!

dan soal kerja, kita seharusnya memikirkan tentang jenjang karir dan mengabaikan kebosanan walaupun bosan itu seperti selalu ingin membunuh diam-diam. bekerja bagai robot mengabaikan kalimat "bekerja dengan hati" lalalala... menanti tanggal gajian. Oh God,  Itu cara kerja dan karir yang tidak ingin kutempuh. Aku tidak mau seumur hidup jadi orang gajian.  Aku tidak ingin melupakan pekerjaan impianku sebagai successful entrepreneur. Dimana aku tetap bisa berkarir tanpa kehilangan waktu untuk keluargaku. Buatku waktu lebih berharga daripada uang karena tak ada seorang pun yang bisa membeli waktu.

God, can i go back to 17?



Tapi perempuan di sebrang situ beranggapan hampir sama denganku. 23 saat yang tepat untuk mencari jawaban dan makna "Mengapa Tuhan menciptakan Aku" . Tuhan tidak akan menciptakan sesuatu tanpa makna bukan?

Bermimpi yang banyak dan raih yang banyak. Lakukanan yang ingin dilakukan *yang ini harus sesuai semua hukum yang berlaku di dunia.memang agak menyebalkan. Nikmati waktu yang sedetikpun tak akan bisa kembali. Cari jawabannya ke seluruh penjuru dunia. Karna 24 belum tentu datang.




Aku dan Note berada di jalur labirin yang sulit.


Note harus mengakui kalau kita telah terjebak.


Kembali ke jawaban dari pertanyaan "WHAT?"


Sepertinya aku memerlukan lebih banyak waktu.


walau note semakin melotot dan menggeleng tak percaya padaku.



I know Note, I'm 23. I'm Single. I'm Jobless.

well, aku berkeyakinan bisa meraih apa yang seharusnya ingin ku raih because everything is possible. I believe..?

Percaya padaku Note, itu bukan hal yang benar-benar buruk. 

aku tetap mencari jawaban "Mengapa Tuhan menciptakan Aku" dan tetap bermimpi. Yaah bermimpilah, bertindak dan berbuat lebih besar.
Oke we will see,

Aku rasa Note tidak lagi merasa terjebak.



Thank note for your time.


Nice to talk with you.


see you later..


Night Note...






Nov,24'11'11* 00.11-2.10